#KajianMusik

Kajian Musik 2

Terdapat beberapa elemen dasar pada sebuah partitur. Garis paranada atau staf, terdiri dari 5 garis dan 4 ruang. Staf merupakan tempat not diletakkan. Pada instrumen-instrumen khusus seperti perkusi tidak bernada (unpitched percussion), jumlah garis dapat berbeda, misalnya pada Djembe hanya terdapat 3 garis saja.

Staf dengan 5 garis dan 4 ruang

Staf dengan 3 garis dan 2 ruang

Untuk mengidentifikasi tinggi rendahnya nada secara spesifik, dibutuhkan clef. Clef tertua disebut sebagai movable clef atau clef C, menandakan posisi nada C. Clef C kini masih dapat ditemukan di clef alto (pada partitur untuk viola) dan kadang clef tenor (pada partitur untuk trombon, bassoon, ataupun selo). Kemudian terdapat treble clef atau clef G yang menandakan nada tinggi dan bass clef atau clef F yang menandakan nada rendah.

alto clef untuk viola

treble clef

bass clef

Khusus untuk penyanyi tenor, pada umumnya menggunakan treble clef dengan tambahan “8” di bawah clefnya, menandakan agar dinyanyikan 1 oktaf lebih rendah.

treble clef untuk penyanyi tenor

Pada treble clef, garis ke-2 dari bawah merupakan nada G di atas middle C (disebut juga sebagai C4, akan dibahas lebih lanjut di kajian berikutnya), sedangkan pada bass clef, garis ke-4 dari bawah yang diapit oleh dua titik clef pada clef tersebut merupakan nada F di bawah middle C

nada G pada treble clef

nada F pada bass clef

posisi middle C pada clef

Untuk nada yang tidak dapat dituliskan di dalam sebuah staf karena terlalu tinggi atau terlalu rendah, terdapat garis bantu atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai ledger lines. Nada middle C sendiri berada di garis bantu pertama di bawah staf treble dan di garis bantu pertama di atas staf bass.

posisi middle C pada treble clef berada pada garis bantu pertama di bawah staf

Apabila jarak cakupan nada mayoritas melebihi garis dan ruang yang terdapat pada staf, komponis sering kali menuliskan notasi tersebut di dalam staf kemudian menambahkan tanda oktaf berupa 8va untuk menandakan agar memainkan nada lebih tinggi 1 oktaf, ataupun 8vb atau 8va below untuk menandakan agar memainkan nada lebih rendah 1 oktaf.

penggunaan tanda 8va dan 8vb. Contoh dapat di dengar di mp3 berikut.

 

Untuk alat musik perkusi tidak bernada seperti drum set, triangle maupun congo, clef yang digunakan disebut neutral clef. Penggunaan garis dan ruang dalam staf untuk perkusi pada umumnya adalah untuk mengetahui ritme dan instrumen yang dimainkan, misalnya pada drum set, tiap ruang dan garis menggambarkan instrumen yang berbeda-beda di dalamnya seperti hi-hat, crash cymbalc, kick, snare dan sebagainya.

neutral clef

 

Sumber:

Bent, Ian D. “Musical Notation.” Encyclopædia Britannica, Encyclopædia Britannica, Inc., 6 Jan. 2019, www.britannica.com/art/musical-notation.

Laitz, Steven Geoffrey. The Complete Musician: an Integrated Approach to Tonal Theory, Analysis, and Listening. Oxford University Press, 2008.

Kajian Musik 1

mu·sik n

1 ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinam-bungan; 2 nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu)

Kata “musik” berasal dari bahasa Yunani mousike, yang memiliki arti “kesenian para Musa” (art of Muses). Para Musa ini adalah 9 dewi kesenian dalam mitos Yunani yang dipimpin oleh Dewa Apollo. Apollo juga disebut sebagai Apollon Musegetes atau panglima Musa, dan ia dipercaya merupakan pencipta musik dawai. Kata “musik” juga diadaptasi dari bahasa Perancis Kuno musique dan Latin musica.

Penulisan musik dengan notasi balok yang kita ketahui sekarang ini juga dikenal sebagai Musik Barat (Western Music). Musik Barat yang ditulis di zaman Barok sampai dengan Romantik, disebut juga sebagai era Praktik Umum atau Common Practice (c. 1650-1900), dinamakan musik tonal. Sistem penulisan notasi balok telah mengalami berbagai perubahan bentuk sampai menjadi seperti yang kita kenal sekarang. Keberadaan penulisan not balok ini tidak hanya sebagai bentuk dokumentasi untuk mengabadikan musik tersebut dari masa ke masa, tetapi juga membantu kita untuk menyanyikan atau memainkan musik sesuai dengan instruksi komponis atau aransirnya.

Komposisi yang ditulis pada era Praktik Umum memiliki titik gravitasi dengan sebuah nada menjadi pusatnya. Nada yang menjadi pusat orbit tersebut dinamakan tonik, dimana nada-nada lain bergerak mengitarinya dan fenomena ini dinamakan tonalitas.

Di dalam penulisan musik, terdapat beberapa elemen dasar musik yang disampaikan, yakni tinggi rendahnya nada (pitch), durasi, warna suara, serta besar kecilnya suara. Pada prakteknya, sulit sekali untuk mendapatkan seluruh informasi tersebut secara presisi, sehingga sering kali dilakukan penyesuaian interpretasi sampai dengan batas tertentu. Oleh karena itulah, dibutuhkan kemampuan untuk membaca partitur dengan baik agar dapat memainkan atau menyanyikan musik dengan tingkat ketepatan setinggi mungkin.

Sumber:

Bent, Ian D. “Musical Notation.” Encyclopædia Britannica, Encyclopædia Britannica, Inc., 6 Jan. 2019, www.britannica.com/art/musical-notation.

Laitz, Steven Geoffrey. The Complete Musician: an Integrated Approach to Tonal Theory, Analysis, and Listening. Oxford University Press, 2008.

Prier, Karl-Edmund. Sejarah Musik. Pusat Musik Liturgi, 2006.

Setiawan, Ebta. “Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).” Arti Kata Karakter – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, kbbi.web.id/musik.